Rabu, 01 April 2015

Saya Adalah

Saya adalah anak dari sepasang pengantin yang gagal menikah dalam epos Mahabarata. Saya adalah anak dari Bhisma dan Amba. Saya adalah Cinta. Cinta macam apakah saya? Saya adalah energi dasar, tunggal. Kebencianpun berasal dari saya. Ia (kebencian) adalah cinta yang mengalami saturasi. Dan semua kategori cinta sesungguhnya adalah satu zat yang sama, dengan kadar polusi yang berbeda. Sedangkan polusi itu terletak pada pikiran. Jadi, ketika polusi telah lenyap maka yang ada hanyalah mengalami. Cinta = mengalami.

Lalu, untuk apakah saya disini? Saya bertugas sebagai simulakrum, sebuah ruang yang disyarati dublikasi dan daur ulang fragmen – fragmen dunia yang berbeda – beda di dalam satu ruang dan waktu yang sama. Alam telah meleburkan saya pada ilusi dan realita, akibat dari fantasi yang dipertontonkan berulang – ulang dan berlipat ganda, sehingga akhirnya saya tak jelas lagi. Nyata atau maya. Saya tinggal di surga dan neraka bergantian, seperti siang yang dimasukkan dalam malam. Saya punya sebuah tujuan di sini, saya ingin pulang dalam keadaan sadar dan damai. Pulang pada embun – embun Biyang. Maka, di sini saya akan menuliskan detail jalan – jalan yang saya lalui pada perjalanan sunya menuju rumah putih di lembah kasih.